Langsung ke konten utama

ANEKDOT 3 - Metode Penulisan Anekdot

 

[Eksplorasi]

Metode Penulisan Anekdot

Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menulis teks anekdot.

  • Pengantar cerita sengaja ditulis pendek dan bersifat parafrasa yang menyimpulkan keseluruhan isi cerita. Pengantar cerita sebuah anekdot hampir mirip dengan berita karena menjawab pertanyaan apa yang terjadi, siapa yang terlibat dalam peristiwa itu, kapan kejadiannya, serta di mana tempat kejadiannya. 

  • Alur cerita/plot terkesan langsung ke pokok persoalan yang ingin disampaikan. Hal ini tampak jelas dengan penyajian dialog yang membuka konflik cerita dan berlanjut menuju klimaks cerita, terus menuju resolusi/pemecahan masalah yang dipaparkan yang menutup keseluruhan kisah. Berkaitan dengan ini, resolusi langsung memberikan pesan tersirat atau pelajaran moral kepada pembaca.

  • Karakterisasi/penggambaran tokoh cerita. Karakterisasi yang digunakan dalam sebuah anekdot terkesan unik karena jelas sekali terlihat tokoh cerita diilustrasikan memiliki perilaku tersendiri. Tokoh cerita dilukiskan sebagai pribadi yang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang ganjil dan kurang lazim dalam masyarakatnya. Hal ini tampak dalam dialog langsung yang disajikan dalam cerita. 

Tingkah laku Nasrudin hebat, bukan? Ketika orang lain mau mengajarinya, orang tersebut justru diarahkan untuk menuruti kemauannya karena dia tak punya cukup waktu untuk mendengar nasihat yang bertele-tele. Nasrudin mau belajar dari pengalaman pribadi yang langsung dilakukannya melalui praktik, bukan melalui instruksi yang teoritis sebagaimana terkandung dalam sebuah nasihat. Inilah konsepsi terbaru versi Nasrudin Hoja mengenai pengertian 'belajar yang efektif'.

  • Model komunikasi dialogis. Anekdot memanfaatkan dialog-dialog singkat dan langsung, tetapi tak melupakan syarat dialog yang menarik yaitu sifat mimesis (peniruan kembali kenyataan). Dalam dialog-dialog anekdot di atas, kita bisa melihat realitas sosial budaya masyarakat Tim
    ur-Tengah yang saling berbagi pengetahuan. Ini berhubungan dengan kecenderungan mengikuti ajaran agama yang mayoritas dianut penduduknya saat itu yaitu “Ajarkanlah walaupun hanya satu ayat." 


Model Penulisan Anekdot

Model Dialog


Model Narasi


Komentar