Pertemuan V Semester II - Kelas Maya Bahasa Indonesia:
KELAS X
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada pertemuan kali ini kita telah memasuki pokok bahasan baru yaitu mengenai Debat. Pernahkah Anda melihat sebuah debat secara langsung atau melalui tayangan televisi? Pernahkah Anda melakukan atau mengikuti debat pendapat dengan orang lain? Setiap pihak yang berdebat akan memberikan argumen atau alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan mendengarkan, kemudian menjadi yakin dan berpihak kepadanya. Dengan berdebat, Anda dapat saling bertukar pikiran dan memperlancar komunikasi. Debat menjadi ajang pertukaran pendapat dan wawasan sehingga akan mendapat banyak informasi dari kegiatan tersebut. Untuk lebih memahami tentang Debat, simaklah materi pembelajaran kali ini.
Mengidentifikasi Esensi Debat
Pengertian Debat
Batasan Debat
Debat memiliki arti pembahasan dan pertukaran pendapat tentang suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Tidak semua bentuk diskusi tergolong debat karena dalam debat harus ada setidaknya dua pihak yang sama-sama menguasai atau berada dalam bidang yang sama sehingga ada hal yang dapat diperdebatkan. Debat adalah proses saling bertukar pendapat untuk membahas suatu isu dengan masing-masing pihak yang berdebat memberi alasan, bila perlu ditambah dengan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Dari hasil debat biasanya diperoleh sudut pandang baru yang bisa diterima kedua belah pihak. Meskipun demikian, tidak jarang debat berakhir dengan keduanya tetap pada posisi awal, berbeda pendapat, tetapi dengan wawasan baru.Tujuan Debat
Tujuan pelaksanaan debat adalah untuk meyakinkan dan mendengarkan pendapat-pendapat yang berbeda, dan di akhir debat dapat menghargai perbedaan tersebut. Cara membuat satu argumen yang baik dan benar adalah suatu argumen selalu berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan dasar berupa: Apa (what), Mengapa (why), Bagaimana (how), dan Kesimpulannya (so what is the conclusion).Mengidentifikasi Unsur-Unsur Debat
Debat pada hakikatnya saling beradu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak. Dalam debat dibutuhkan moderator sehingga ada aturan-aturan yang harus dipatuhi pihak-pihak yang berdebat. Dalam jalannya debat, dapat diketahui pihak yang mendukung (afirmasi) dan pihak yang menentang (oposisi). Kedua pihak mengemukakan alasan-alasan, menunjukkan data, informasi atau fakta-fakta lain untuk mendukung pendapat masing-masing. Di akhir debat dapat ditemukan sebuah pendapat baru yang sama atau moderator hanya menyampaikan kesimpulan dari isi debat.Berikut unsur-unsur yang harus ada dalam debat
- Topik debat (mosi) yaitu hal atau topik yang sedang diperdebatkan yang mengandung hal-hal yang bersifat kontroversial oleh pihak yang pro dan pihak yang kontra.
- Tim afirmatif yaitu tim yang setuju/mendukung mosi (hal yang diperdebatkan).
- Tim oposisi yaitu tim yang tidak setuju atau menentang mosi yang diperdebatkan. tim oposisi merupakan tim yang menyanggah usulan dari tim afirmatif.
- Tim netral yaitu tim yang memberikan pendapat dua sisi secara netral, baik dukungan ataupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan. Tim ini menjadi penengah (tidak memihak tim afirmasi maupun oposisi).
- Penonton atau juri yang dipanggil/diundang, bisa berupa tokoh yang berkompeten mengenai mosi.
- Moderator yaitu orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Tugasnya yaitu membacakan tata tertib debat, memperkenalkan masing-masing pihak, dan menyampaikan mosi yang dibicarakan.
- Penulis (notulis), yaitu orang yang menulis kesimpulan dari suatu debat.
Peranan Tim dalam Debat
Secara umum, setiap sesi debat diikuti oleh oleh 3 tim, yaitu tim afirmasi, oposisi, dan netral. Tim-tim tersebut memiliki tugas masing-masing.A. Tim Afirmasi
- Menyampaikan salam perkenalan di awal debat setelah dipersilakan oleh moderator dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
- Memberikan argumen pendukung terhadap pernyataan topik yang didukung oleh teori, data, dan fakta.
- Memberikan respons balik terhadap argumen sanggahan yang diberikan tim oposisi berupa kritik dan pertanyaan.
B. Tim Oposisi
Tim oposisi memiliki julukan lain yaitu tim penyanggah, atau tim kontra. Tim oposisi memiliki tugas sebagai berikut. - Menyampaikan salam perkenalan di awal debat setelah dipersilakan oleh moderator dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
- Memberikan argumen sanggahan terhadap pernyataan topik yang didukung oleh teori, data, dan fakta.
- Memberikan respons balik terhadap argumen tim afirmasi berupa kritik dan pertanyaan.
C. Tim Netral
- Menyampaikan salam perkenalan di awal debat setelah dipersilakan oleh moderator dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
- Menyampaikan analisis terhadap argumen yang disampaikan oleh tim pendukung dan tim penyanggah.
Contoh Naskah Debat
Penyerapan Kosakata Bahasa Asing Bukti Ketidakmampuan Bahasa Indonesia dalam Interaksi dengan Bahasa Lain
Moderator:
Selamat siang, hari ini kita akan mengikuti kegiatan debat antara Tim Afirmasi dari SMA Pembangunan Jaya dan Tim Oposisi dari SMK Nusantara.
Pagi ini kedua tim akan berdebat tentang “Penyerapan Kosakata Bahasa Asing Bukti Ketidakmampuan Bahasa Indonesia dalam Interaksi dengan Bahasa Lain.”
Sebelum melaksanakan debat, saya akan membacakan tata tertib debat Sebagai berikut
(Tata tertib debat)
Selanjutnya, saya berikan kesempatan kepada juru bicara setiap tim untuk memperkenalkan diri.
Tim Afirmasi : (memperkenalkan diri)
Tim Oposisi : (memperkenalkan diri)
Dewasa ini bahasa Indonesia terus berkembang dan mulai diakui, sebagai bahasa internasional. Namun, dalam perkembangannya terbukti bahwa bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata asing. Untuk berkembang, bahasa Indonesia sangat tergantung pada bahasa asing. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Anggapan inilah yang akan kita bahas dalam debat kali ini. Untuk putaran pertama saya persilakan secara bergantian Tim Afirmasi dan Tim Oposisi untuk menyampaikan pendapatnya.
Tim Afirmasi:
Saya setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian dibakukan menjadi bahasa Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa bahasa Indonesia tergantung pada bahasa asing, juga menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia sulit untuk dipakai berkomunikasi tanpa bantuan kosakata asing.
Dengan masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Bukti bahwa bahasa Indonesia tidak berdaya untuk berinteraksi antarbahasa dapat kita lihat pada penggunaan kata vitamin, yang diserap dari kosakata bahasa asing yang jika dijelaskan dengan bahasa Indonesia belum tentu para pelaku bahasa mengerti. Namun dengan adanya kosakata serapan dari bahasa asing, hal tersebut mempermudah kita dalam pelafalan, pemahaman, sekaligus menjadikan interaksi antarbahasa menjadi lebih mudah. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa.
Banyak kosakata serapan dari bahasa asing sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang yang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, saya tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antar bahasa.
Tim Oposisi:
Saya tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia terjadi karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai persamaan kata yang bagi sebagian orang lebih mudah difahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia itu sendiri, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Misalnya, kata snack yang lebih sering kita dengar di kalangan masyarakat. Dalam bahasa Indonesia, snack berarti makanan ringan. Dengan demikian, masuknya kosa kata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan.
Bahasa Indonesia mampu untuk berinteraksi antarbahasa karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan di hampir semua kalangan. Itu artinya, meskipun banyak kosa kata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia, eksistensi dari bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing yang telah dibakukan maupun yang belum dibakukan kedalam bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing dan masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antar bahasa. Namun, hal ini terjadi karena masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, saya tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa asing menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.


Komentar