Selamat datang kembali di pembelajaran bahasa Indonesia!
Hari ini kita akan belajar menganalisis teks eksposisi. Selamat belajar!
Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi memiliki struktur sebagai berikut.
- Tesis/pernyataan umum,
Tesis/pernyataan umum berisi pernyataan pembuka mengenai topik pembahasan.
- Keterangan,
Keterangan berisi berbagai macam data, fakta, atau pembahasan lanjutan dari pernyataan umum.
- Saran atau simpulan,
Di bagian akhir karangan berisi saran atau kesimpulan penulis tentang topik pembahasan.
Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.
- Penjelasannya bersifat informatif.
- Pembahasan masalahnya bersifat objektif.
- Penjelasannya disertai dengan bukti-bukti yang konkret (tidak mengada-ada)
- Pembahasannya bersifat logis atau sesuai dengan penalaran.
Bacalah teks eksposisi berikut ini!
Orang Muda, Tantangan Zaman, dan Keterlibatan Keluarga
Setelah lulus SMA, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Saat itu banyak orang mengkhawatirkan kehidupanku selanjutnya. Hidupku di Yogyakarta dianggap penuh bahaya karena narkoba dan konsumerisme ada di sekelilingku, mengintaiku, dan mungkin akan menjeratku. Anggapan semacam ini muncul karena maraknya pemberitaan negatif tentang Yogyakarta. Meskipun demikian, aku tetap mantap memilih kuliah di Yogyakarta dengan segala tantangan yang ada.
Kini sudah tiga tahun kujalani hidupku di Yogyakarta. Aku semakin mengenal Yogyakarta sebagai kota yang penuh potensi untuk membangun ataupun menghancurkan orang muda. Konsumerisme, narkoba, dan kriminalitas merupakan sisi suram dari Yogyakarta. Aku sangat bersyukur karena mampu bertahan hidup, tidak terseret arus negatif. Selalu kuingat tujuanku berada di Yogyakarta, yaitu untuk belajar. Maka, lebih baik menikmati berbagai fasilitas pendidikan daripada menikmati pesona dunia gemerlap. Lebih baik menyalurkan minat dan mengembangkan diri dalam organisasi kaum muda daripada mengikuti kelompok hura-hura dan tenggelam dalam pergaulan bebas.
Pilihan, sebuah kata yang sudah sangat akrab di telinga kita. Ada banyak situasi yang menghadapkan kita pada pilihan-pilihan yang sering tidak mudah untuk diputuskan. Dalam hidup ini kita harus berani memilih serta menanggung risiko atas pilihan kita. Masalahnya bagi orang muda, membuat pilihan yang tepat bukanlah hal yang mudah. Semakin lama, semakin sulit untuk menjadi bijaksana dalam memutuskan sebuah pilihan. Bukan karena kita tidak mampu, melainkan karena dunia kita sekarang ini mempengaruhi kejernihan pikiran kita. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ikut membentuk mentalitas instan dan cenderung malas. Misalnya, dengan keberadaan remote control, kita akan mudah mengganti saluran televisi jika tayangan itu tidak kita sukai (sesuatu yang jarang dilakukan dulu ketika belum ada remote control). Dengan adanya kamera digital, kita pun mudah menghapus foto yang tidak kita sukai (sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan kamera manual). Kita juga akan sesuka hati mengganti nomor handphone bila kita sudah tidak suka dengan nomor lama (sesuatu yang sulit dilakukan ketika kita masih menggunakan telepon rumah). Bahkan, dengan mudahnya 'orang muda berganti pasangan saat dia sudah bosan dengan pacarnya. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, kadang masih menjadi pertimbangan kita dalam membuat sebuah keputusan. Inilah yang kurang bijaksana.
Sebagai orang muda, kita kurang menyadari bahwa dalam kenyataan hidup ini, ada banyak hal yang harus kita lakukan kendati kita tidak menyukai atau menyenangi hal tersebut. Kita harus tetap belajar meskipun bermain-main jauh lebih menyenangkan. Kita harus mau berkumpul bersama keluarga di rumah meskipun bercanda tawa dengan teman-teman di luar jauh lebih mengasyikkan. Kita harus menjaga pergaulan kita meskipun kebebasan tampak lebih memuaskan. Kita benar-benar ditantang untuk mulai meninggalkan pola pikir lama kita yang mendasarkan setiap pertimbangan pada suka-tidak suka dan memakai cara pikir serta cara tindak baru yang lebih bernilai bagi kebaikan hidup kita.
Memang masih banyak orang muda yang enggan berpikir dan bertindak positif. Mereka tidak memedulikan nilai dari suatu sikap/tindakan, positif atau negatif, yang penting rasanya nikmat, senang, dan puas. Orang muda cenderung asyik dengan diri sendiri, mengikuti perkembangan zaman, tren mode, gaya terbaru yang katanya kalau tidak demikian itu kurang gaul, kurang oke, dan kurang modern.
Aku sungguh prihatin dengan sikap orang muda yang mudah putus asa, kemudian lari dari tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya. Sekarang ini memang lebih menarik untuk berbuat nyleneh, tidak biasa. Menjadi anak baik, pintar, dan manis itu sudah, sedangkan menjadi anak nakal itu luar biasa.
Keluarga adalah kunci pertama dan utama yang menentukan masa depan anak. Pendidikan moral dan pembentukan kepribadian seorang anak berlangsung dalam lingkup keluarga. Keluargalah yang pertama-tama menjadikan anak beriman, bermoral, dan beretika. Orang tua, ayah dan ibu, berperan besar dalam mendidik, membina, mendampingi, dan mengawasi pertumbuhan serta perkembangan anak-anak. Pengertian, pemahaman, perhatian, kasih sayang, dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan selayaknya didapatkan anak dari lingkungan keluarga. Di samping itu, anak-anak juga perlu belajar dari berbagai pengalaman hidup dan bergaul di lingkungan masyarakat. Proses pendidikan dalam keluarga dan proses sosialisasi dalam masyarakat akhirnya membentuk anak menjadi manusia yang berkualitas, berbudi luhur, dan berkepribadian baik.
Aku sangat bersyukur karena dapat hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Keluargaku memberikan perhatian yang besar, kasih sayang yang tulus, serta cinta yang meneguhkan dan memuaskan hidupku. Keluargaku sungguh berdaya pikat, berdaya hidup, dan berdaya ubah. Berdaya pikat, ada cinta yang memikat hati sehingga ayah, ibu, dan anak bahagia hidup bersama, nyaman berada di rumah, dan tidak merasa bosan. Berdaya hidup, ada cinta yang mengobarkan semangat untuk terus hidup, berjuang menghadapi segala tantangan yang ada, demi meraih cita-cita. Berdaya ubah, ada cinta yang menggerakkan diri untuk dan berubah menjadi lebih baik.
Aku, orang muda, mampu menentukan pilihan dan mengatasi beragam tantangan zaman karena dukungan keluarga yang setia terlibat, berperan dalam hidupku sebagai sumber cinta, pendidik, pemberi teladan, pengarah, pembimbing, pendamping, penasihat, pendorong, motivator, dan inspirator istimewa.
(Gilang Marsudi)
Teks eksposisi banyak menggunakan kata sifat. Perhatikan contoh kata sifat yang diambil dari paragraf pertama teks tersebut.
- banyak
- bahaya
- bebas
- negatif
- mantap
Tugas I : Carilah 5 kata sifat dan 5 kata kerja, boleh kata yang ada dalam teks maupun di luar teks tersebut, tuliskan di kolom jawaban google form (di laman paling bawah👇)
Afiksasi
Perhatikan contoh-contoh afiksasi berikut
|
Kata Bentukan |
Jenis |
Imbuhan |
Kata Dasar |
Jenis |
|
memutuskan |
kata kerja |
me-kan |
putus |
kata kerja |
|
mengkhawatirkan |
kata kerja |
me-kan |
khawatir |
kata sifat |
Penjelasan tabel:
1. Kata 'memutuskan' merupakan jenis kata kerja. 'memutuskan' berasal dari kata 'putus' yang diberikan imbuhan me-kan. Kata 'putus' merupakan kata kerja.
2. Kata 'mengkhawatirkan' merupakan jenis kata kerja. 'mengkhawatirkan' berasal dari kata 'khawatir' yang diberikan imbuhan me-kan. Kata 'khawatir' merupakan kata sifat.
Tugas II : Mengidentifikasi tabel afiksasi (kerjakan di laman paling bawah👇)
Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif
Kalimat aktif transitif
Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang memerlukan objek. Ciri-ciri kalimat aktif transitif:
- Memiliki objek
- Bisa diubah menjadi kalimat pasif
- Kata kerja pada umumnya berimbuhan 'me-', dan 'memper-'
Contoh:
Ibu menanam tumbuhan obat
di kebun
S P
O
K
Kalimat aktif intransitif
Kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memerlukan objek. Dengan kata lain, kalimat ini sudah bisa menjadi kalimat utuh tanpa memerlukan objek sekalipun. Ciri-ciri kalimat aktif intransitif
- Tidak memerlukan objek.
- Tidak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif.
- Kata kerja pada umumnya berimbuhan ber-, ter, ke-an, dan ber-kan.
Contoh:
Tugas III : Mengidentifikasi kalimat aktif transitif dan intransitif (kerjakan di laman paling bawah👇)
Komentar