Langsung ke konten utama

EKSPOSISI 1 - Mengenal Teks Eksposisi

Mengenal Teks Eksposisi

  • Teks eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan yang menjelaskan/menguraikan suatu pokok pikiran, ide, pendapat, informasi, atau pengetahuan tertentu agar diketahui oleh pembaca tanpa bermaksud untuk memengaruhi.
  • Eksposisi merupakan bentuk retorika yang sering dipergunakan dalam menyampaikan uraian-uraian ilmiah populer. Berita, prosedur/petunjuk, dan laporan juga merupakan contoh tulisan eksposisi.
  • Selain teks eksposisi, teks argumentasi juga sering digunakan dalam tulisan-tulisan ilmiah. Oleh karena itu perlu dijelaskan perbedaan antara eksposisi dan argumentasi.

Perbedaan Eksposisi dan Argumentasi

No.

Tinjauan

Eksposisi

Argumentasi

1.

Tujuan

Hanya berusaha menjelaskan/menerangkan suatu pokok persoalan

Berusaha membuktikan kebenaran dari suatu pokok persoalan

2.

Keputusan pembaca

Penulis menyerahkan keputusannya kepada pembaca

Penulis ingin mengubah pandangan pembaca

3.

Gaya

Bersifat informatif

Bersifat meyakinkan

4.

Bahasa

Bahasa yang digunakan adalah bahasa berita tanpa rasa subjektif dan emosional

Bahasa yang digunakan rasional dan objektif

5.

Cara menggunakan fakta

Fakta-fakta hanya digunakan sebagai alat konkretisasi

Fakta-fakta merupakan bahan pembuktian/nyata

 

Bacalah contoh teks eksposisi berikut dengan saksama.

Peran Bahasa Indonesia dalam Menyelesaikan Masalah Sosial Politik

Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat sebagai alat untuk berinteraksi satu sama lain. Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki banyak perbedaan, baik dari segi suku, agama, ras, adat istiadat dan budaya yang masing-masing memiliki bahasa daerah tersendiri. Oleh karena itu, keberadaan bahasa Indonesia sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia.

Jika kita amati, bahasa Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan sosial politik. Bahasa Indonesia merupakan penunjang aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dapat kita katakan sebagai bahasa sosial dan politik karena begitu vitalnya peranan bahasa Indonesia dalam lingkungan sosial politik.

Dalam lingkungan sosial, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi dan alat kontrol sosial. Adapun dalam lingkungan politik, bahasa Indonesia berfungsi sebagai penunjang dalam melakukan aktivitas politik.

Ikrar yang dikumandangkan dalam Kongres Pemuda pertama pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kini telah tercapai. Bahasa Indonesia sekarang merupakan satu-satunya bahasa perhubungan yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia.

Dalam pergerakan kebangsaan Indonesia untuk merebut kemerdekaan, penetapan dan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan perwujudan cita-cita untuk memperoleh salah satu ciri khas dari identitas nasional. Para perintis kemerdekaan benar-benar sadar bahwa bahasa nasional dapat berfungsi sebagai lambang persatuan bagi berbagai golongan etnis di kepulauan Indonesia.

Bahasa Indonesia tidak saja bermanfaat sebagai bahasa perantara dan bahasa resmi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pemersatu bangsa. Butir ketiga Sumpah Pemuda 1928 dan pasal 36 UUD 1945 masing-masing mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, bahasa persatuan, dan bahasa resmi, atau bahasa negara.

Sebagai sarana pemersatu dan alat yang digunakan masyarakat Indonesia untuk melakukan interaksi sosial, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki peranan vital untuk menumbuhkan rasa persatuan antara masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia telah berhasil mempersatukan beragam suku di Indonesia yang biasanya bertutur dengan bahasa daerahnya masing-masing. Dengan demikian, sekiranya dapat dikatakan pula bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek yang memiliki pengaruh terhadap kondisi sosial maupun politik bangsa Indonesia.

Dalam aspek kehidupan sosial, bahasa Indonesia juga memiliki peranan yang sangat vital dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalan sosial masyarakat. Dewasa ini, kita sering dihadapkan dengan masalah-masalah sosial. Perbedaan suku, ras, golongan, dan agama sering menjadi pemicu terjadinya pertikaian.

Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa merupakan salah satu solusi yang cukup efektif untuk menyelesaikan beberapa masalah sosial dewasa ini karena bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri. Bahasa merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha memengaruhi tingkah laku orang lain karena bahasa memang pada dasarnya mampu memengaruhi sikap seseorang dan juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi masyarakat.

(Sumber teks: kompasiana.com)

Membedakan Kalimat Fakta dan Opini

Penyampaian argumen dalam teks eksposisi dapat menggunakan fakta-fakta dan alasan-alasan yang logis. Fakta-fakta disajikan dalam kalimat fakta, sedangkan alasan-alasan disajikan dalam kalimat opini.

1. Fakta

Fakta merupakan hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Dengan kata lain, fakta kebenarannya dapat dibuktikan.

Ciri-ciri fakta:

  • Keberanannya bersifat objektif, yaitu kebenarannya tidak memihak
  • Menunjuk pada orang, benda, jumlah, peristiwa, atau waktu tertentu
  • Jawaban dari pertanyaan apa, siapa, berapa, di mana, dan kapan

Contoh kalimat fakta:

  • Indonesia merupakan negara kepulauan.
  • Burung cendrawasih merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi.
  • Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri.

2. Opini

Opini merupakan hasil pemikiran, anggapan, perkiraan baik dari seseorang maupun kelompok. Opini dipengaruhi oleh unsur pribadi, sehingga sifatnya subjektif (menurut perasaan sendiri). Suatu opini dinilai benar bagi seseorang, namun belum tentu benar bagi orang lain.

Ciri-ciri opini:

  • Kebenarannya belum pasti, ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti mungkin, barangkali, bisa jadi, dan sebagainya.
  • Menyatakan hubungan sebab akibat.
  • Mengandung subjektivitas pribadi, ditandai dengan penggunaan kata ingin, mau, mampu, atau terasa.
  • Pernyataan berupa saran, usul, atau nasihat.
  • Pernyataan bersifat pengandaian.

Contoh kalimat opini:

  • Praktik korupsi mungkin terjadi karena kurang tegasnya penegakan hukum.
  • Sebaiknya kamu tidak menonton televisi saat jam belajar agar kamu lebih konsentrasi belajar.
  • Adanya perubahan kurikulum sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan Indonesia. 

KUIS


Setelah klik "Kirim" silakan scroll ke atas untuk melihat skor dan pembahasan

Komentar