Langsung ke konten utama

BERPUISI 2 - Mendemonstrasikan Puisi

Pertemuan XVI Kelas Maya Bahasa Indonesia:
  • Kelas X
Assalamu'alaikum wr. wb. 
Materi hari ini adalah pembahasan terakhir untuk materi Puisi. Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, silakan catat point-point penting dari materi berikut di buku catatan Anda. Apabila memiliki pertanyaan, silakan Anda ajukan melalui kolom komentar di bagian paling bawah. Setelah memahami materi yang disajikan, silakan mengerjakan latihan soal yang terdapat di bagian bawah laman ini secara mandiri. Bagi Anda yang masih memiliki tugas-tugas pertemuan sebelumnya yang belum dikerjakan, silakan segera dilengkapi. Jaga kesehatan baik-baik dan selamat belajar!
  
MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUNAN PUISI
  • Menganalisis Diksi dalam Puisi
Diksi adalah kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan suatu pengertian, gagasan, atau penggunaan gaya bahasa yang mendukung pengungkapan makna yang paling baik. Kata-kata harus dipilih secara tepat dengan mempertimbangkan kedudukan kata; baik di tengah konteks kata lainnya atau kedudukan kata dalam keseluruhan puisi itu. Begitu pentingnya kata-kata dalam puisi, pemilihan bunyi kata juga dipertimbangkan secara cermat.

Penggunaan diksi dalam puisi perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.

a. Makna kias
Media yang digunakan sebuah puisi adalah bahasa. Makna kias merupakan makna kata yang bukan mengacu ke makna sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu. Makna kias biasanya digunakan untuk memperindah puisi.
b. Lambang/simbol
Simbol atau lambang merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata-kata dalam puisi dapat dijadikan suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain, contohnya kalimat “hati yang terbuat dari baja"; kata “baja" dalam baris puisi tersebut dapat melambangkan atau menjadi simbol kekuatan yang sulit untuk dipecahkan.
c. Persamaan bunyi/rima
Persamaan bunyi atau rima merupakan penataan bunyi dari kata-kata yang menyusun puisi tersebut. Persamaan bunyi dalam puisi dapat dilihat dari setiap baris juga dapat diamati dari berberapa baris dalam satu bait. Penataan bunyi puisi dapat dilakukan secara sengaja oleh penyair dan dapat juga tertata secara kebetulan.
 
  • Menjelaskan Imaji dalam Puisi
Puisi ekpresionis adalah puisi yang berisi ungkapan hati atau perasaan penyairnya. Pengimajian merupakan susunan yang mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Pengimajian, diksi, dan kata konket memiliki hubungan yang erat. Diksi yang digunakan , harus menghasilkan pengimajian sehingga menjadi kata konkret.

Imaji dapat dibagi menjadi beberapa macam seperti berikut.
 a. imaji visual (penglihatan)
Imaji visual ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata). Imaji visual merupakan jenis yang paling sering digunakan penyair. Imaji visual mampu memberi rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat.
b. Imaji auditif (pendengaran)
Imaji auditif berhubungan dengan kesan yang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga). Imaji auditif dapat dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, suara mengiang, berdentum-dentum, dan sayup-sayup.
c. Imaji taktil (sentuhan/perabaan)
Imaji taktil (citraan perabaan) adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang menyebabkan kita merasakan rasa nyeri, dingin, atau panas karena perubahan suhu udara. 
  • Mengidentifikasi Kata Konkret dalam Puisi
Kata konkret adalah sebuah kata yang mengakibatkan kemunculan imaji karena tangkapan indra. Kata ini digunakan untuk memperjelas gagasan penyair. Dengan demikian, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa, perasaan, dan keadaan yang dialami penyair pada saat menciptakan puisinya. 

  • Menjelaskan lrama/Ritme dalam Puisi
Ritme dapat diartikan sebagai pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi. Irama digunakan untuk memperindah puisi sehingga nilai puisi tersebut baik. Irama dapat memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.
Contoh analisis unsur pembangun puisi Sajak Matahari (WS Rendra) dapat dibaca di LINK INI.

 

Setelah mengeklik kirim, silakan scroll ke atas untuk melihat skor Anda.

Komentar